
Taksonomi
Buah naga (Inggris: Pitaya) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus.
Istilah Thang Loy (buah naga) kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai Dragon Fruit (Buah Naga).
Sumber: wikipedia.org
Deskripsi
Pohon naga dapat mencapai ketinggian 3 meter lebih dalam waktu 1 tahun.
Akar pohon naga adalah serabut dan batang pohon naga sebagai akar gantung. Akar-akar tumbuh di sepanjang batang.
Pada bagian duri, tumbuh bunga seperti bunga wijayakusuma yang besar. Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi buah.
Buah naga berbentuk bulat agak lonjong seperti buah alpokat.
Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam, dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianggap sebagai sisik naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut buah naga.
Batangnya berbentuk segitiga, duri pendek dan tidak mencolok dan sering disebut tanaman kaktus tak berduri.
Bunganya mekar saat senja dan mengucup saat bunga telah berukuran 30 cm. Mahkota bunga bagian luar yang berwarna krem, mekar sekitar pukul sembilan malam, lalu disusul mahkota bagian dalam yang putih bersih, meliputi sejumlah benag sari yang berwarna kuning. Bunga seperti corong itu akhirnya terbuka penuh pada tengah malam, karena itu buah naga dikenal sebagai night blooming cereus. Saat mekar penuh, buah naga menyebar bau yang harum. Aroma ini untuk memikat kelelawar, agar menyerbuki bunga buah naga.
Buah naga mempunyai varietas yang beragam dan terlihat dari adanya buah naga yang berwarna merah dan putih dagingnya.
Sumber: wikipedia.org
Penyebaran
Buah ini berasal dari Meksiko (Amerika Tengah) dan Amerika Selatan namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, FIlipina, Indonesia dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia, dan Tiongkok selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari.
Sumber: wikipedia.org