Sosial Media

(0652) 21019
dlhk3@bandaacehkota.go.id

gambar

Taman Putroe Phang


Taman ini di bangunan oleh Sultan Iskandar Muda (1907 – 1639) yang diperuntukkan bagi permaisurinya Putro phang (seorang putri dari kerajan Pahang, Malaysia). Pada tahun 1613 dan tahun 1615, tentara laut dan darat sultan Iskandar Muda melakukan penyerangan dan berhasil menaklukkan Kerajaan Johor dfan Kerajaan Pahang di semenanjung utara melayu.
Sebagaimana tradisi pada zaman dahulu, kerajaan yang kalah perang harus menyerahkan glodong pengareng–reng (rampasan perang ), upeti dan pajak tahunan. Termasuk juga menyerahkan putri kerajaan untuk diboyong sebagai tanda takluk. Putri kerajaan yang diboyong ini biasanya  diperistri oleh raja dengan tujuan untuk mempererat tali persaudaraan dari kerajaan yang ditaklukkannya, sehingga kerajaan pemenang menjadi semain besar dan semangkin  kuat kedudukannya.
Putri boyongan dari Pahang itu terkenal dengan paras yang sangat cantik dan memiliki budi bahasa yang sangat halus, sehingga membuat Sultan Iskandar Muda jatuh cinta dan menjadikannya sebagai istri. Demi cintanya yang sangat besar kepada sang putri, Sultan Iskandar Muda bersedia memenuhi permintaan sang permaisuri untuk membangun sebuah taman yang sangat indah, lengkap dengan gunongan sebagai tempat untuk menghibur diri sang permaisuri agar kerinduan sang permaisuri pada suasana pengunungan di tempat asalnya bisa tepenuhi. Selain sebagai tempat bercengkrama, gunongan juga berguna sebagai tempat berganti pakaian permaisuri setelah mandi di sungai yang mengalir di tengah kota istana.