Sosial Media

(0652) 21019
dlhk3@bandaacehkota.go.id

Sejarah Hutan Kota Pemeliharaan Tanaman


Penyediaan Air untuk Siram / Adendum Sumur 

Penyediaan air bersih untuk siram merupakan kunci keberhasilan penanaman pohon. Kurangnya air siram akan berakibat fatal pada pertumbuhan, bahkan hidup matinya bibit yang ditanam.

No.

Bulan

Jumlah (Tangki)

1

Februari

7

2

Maret

61

3

April

44

4

Mei

38

Jumlah Total

150

Tabel Penyediaan Air Tawar

Kenyataan yang harus diterima dalam pembangunan Hutan Kota BNI Banda Aceh adalah sulitnya ditemukan sumber air di kawasan Gampong Tibang. Air tawar harus didatangkan dari tempat lain. Untuk itu dilakukan kerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) yang sudah terbiasa menyediakan air untuk penyiraman taman-taman di seluruh Kota Banda Aceh. Setiap bulan rata-rata didatangkan 50 tangki air tawar, masing-masing  berkapasitas 5 atau 8 ton (5000 atau 8000 kubik). Jumlah tangki per bulan bervariasi tergantung hujan yang terjadi. Bila hujan tidak dibutuhkan tangki air.

Penggalian Sumur Air Tawar

Penggalian sumur dan pemasangan pompa dirasakan menjadi perlu untuk penyediaan air dalam jangka panjang. Sumur air tawar dan pompa akan bermanfaat juga bagi masyarakat sekitar, sesuai dengan tujuan kegiatan CSR.  Karena urgensinya, maka dilakukan addendum / contract change order item pekerjaan bangunan bulutangkis menjadi penggalian sumur dan pemasangan pompa. Pembangunan lapangan bultangkis akan dikerjakan oleh Pemko Banda Aceh. Sumur yang digali adalah sumur artesis dengan kedalaman 169,8 meter. Air yang keluar dari sumur tersebut berkapasitas 10 liter/detik. Pompa yang dipasang berkapasitas 2.5 liter / detik dan di tahap berikutnya akan dilengkapi dengan tower dan saluran distribusi ke 4 bagian lahan. Masing-masing titik distribusi akan dilengkali dengan bak penampungan air dan pompa pendorong.

Pemeliharaan dan Pemupukan

Selepas penanaman bibit, pemeliharaan dan pemupukan berkala harus dilakukan. Pemeliharaan mencakup pembersihan area di sekitar titik tanam dari rumput-rumput liar yang bisa berkompetisi mengambil nutrisi yang dibutuhkan bibit yang baru ditanam. Pembersihan dilanjutkan dengan pembuatan "piringan" berdiameter 1 meter di sekeliling pohon yang telah ditanam. Diameter piringan karena kadangkala dibuat menyesuaikan dengan lingkar kanopi pohon. Selain pemeliharaan berkala ini setiap pohon harus diperiksa untuk melihat kemungkinan adanya hama yang menyerang. Pohon-pohon sejenis jeruk-jerukan, misalnya, rentan terhadap ulat. Di lahan juga ditemukan belalang yang dalam jumlah sedikit tidak mengganggu, tapi bila terlalu banyak akan membahayakan juga. Pemupukan dilakukan setiap bulan terhadap pohon-pohon yang baru ditanam. Pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang, urea, dan pupuk-pupuk yang mengandung unsure N dan P, sesuai dengan rekomendasi dari Tes Tanah. Kegiatan lain yang merupakan upaya untuk menggemburkan tanah adalah kegiatan penanaman kacang-kacangan, dan tanaman lain seperti timun, semangka, labu. Tanaman-tanaman ini ditanam di area antara pohon (area 4 x 4 meter). Di masa depan, kegiatan ini akan diproyeksikan sebagai kegiatan tumpang sari yang bermanfaat bagi masyarakat. Untuk memasukkan air hujan ke dalam tanah dalam rangka menambah air permukaan yang tawar, dilakukan penggalian lubang biopori di sekitar pohon. Di sekitar setiap 1 pohon dibuat 4 lubang biopori. Pekerjaan penggalian lubang biopori ini dilakukan sebagai kegiatan rutin.