Sosial Media

(0652) 21019
dlhk3@bandaacehkota.go.id

Tanaman Hias Air Mata Pengantin

Gambar Air Mata Pengantin Tanaman Hias Air Mata Pengantin

Taksonomi

Tanaman ini masuk dalam kategori famili Polygonaceae, genus Antigonon. 

Sumber: wikipedia.org

Antigonon adalah nama genus dari famili Polygonaceae yang terdiri atas tiga spesies. Nama latin bunga tersebut masing-masing adalah Antigonon flavescensA. guatemalense, dan A. leptopus. Dalam bahasa Inggris tanaman ini dikenal dengan beberapa sebutan diantaranya adalah Coral vine, Coralina, dan Bellisima grande. Di Indonesia disebut sebagai bunga air mata pengantin atau bunga pengantin.

Sumber: alamendah.org 

 

Deskripsi

Bunga air mata pengantin adalah tumbuhan merambat (liana). Batang antigonon berusuk dengan panjang tiap rusuk sekitar 3-6 cm. Batang tersebut memiliki bulu-bulu halus serta ruas rusuk yang menggembung. Pada batangnya juga terdapat alat pembelit yang berfungsi untuk ‘membelit’ pohon rambatan sehingga mendukung tegaknya tanaman.

Daunnya berbentuk jantung, berwarna hijau, dan permukaan daun yang bergelombang (tidak rata). Panjang daun antigonon antara 5-10 cm. Bunga majemuk yang tersusun pada malai dan tumbuh dari ketiak daun. Mahkota bunga air mata pengantin terdiri atas 5 lembar berwarna merah jambu atau putih, yang masing-masing mempunyai panjang sekitar 7 mm. Bentuk tiga mahkota bunga terluar bulat telur atau menyerupai jantung, sedang bentuk dua mahkota yang lebih dalam lebih runcing. Setelah semua mahkota mekar, mahkota akan membesar dan menyelubungi buah. Buahnya seperti selaput dengan warna kehijauan.

Sumber: alamendah.org

 

 

Penyebaran

Tumbuhan berbunga ini bukan tanaman asli Indonesia. Antigonon berasal dari Meksiko dan telah diintroduksi ke pelbagai penjuru di benua Amerika, Asia Tenggara, dan India. Masuk ke Indonesia dibawa oleh pemerintah Belanda dan dijadikan tanaman hias di taman dan pekarangan. Kini, bunga air mata pengantin telah banyak dikembangbiakan di Indonesia. Jenis yang paling sering ditemui di Indonesia adalah Antigonon leptopus.

Sumber: alamendah.org