Sosial Media

(0652) 21019
dlhk3@bandaacehkota.go.id

Burung Bambangan Merah

Gambar Bambangan Merah Burung Bambangan Merah

Taksonomi

Bambangan merah atau Pucung Bendang yang mempunyai nama latin Ixobrychus cinnanomeus merupakan burung anggota cangak yang berukuran kecil.

Sumber: wikipedia.org

 

Deskripsi

Ciri khas dari bambangan merah adalah lehernya yang sering ditarik ke dalam dan memiliki sayap bundar berwarna coklat. Di bagian bawah, tubuhnya berwarna coklat juga, tetapi bergaris-garis, terutama di tengah leher dan dada. Tinggi burung ini mencapai 41 cm dengan panjang 38 cm dengan warna tubuh secara umum merah jingga kecoklatan. 

Jika burung ini merasa terganggu, dia akan berusaha mengecoh penglihatan orang dengan diam tanpa gerak kemudian menegakkan lehernya lurus beraturan. Meskipun begitu, hal ini sulit disaksikan karena jarang sekali orang-orang bisa mendekatinya. Bambangan merah adalah burung yang pemalu dan suka hidup menyendiri. Pada siang hari, fauna ni memburu mangsa pada rumpun padi atau rumput, tetapi lebih aktif pada malam hari. Bila terganggu, maka burung ini akan melompat ke atas dan terbang rendah dengan kepakan perlahan, tetapi kuat. Saat bercumbu dengan lawan jenisnya, bambangan merah akan mengeluarkan kicauan rendah kokokokokoko dan geg-geg. Adapun sarangnya, rumpun, gelagah dan rumput yang tinggi lebih disukai olehnya.

Adapun ciri-ciri dari bambangan merah jantan dewasa adalah tubuh  yang bagian atas warna coklat berangan, kemudian bawahnya berwarna jingga kayu manis tua dengan garis  tengah berupa garis hitam dan warna keputih-putihan pada sisi leher, sedang betinanya mempunyai warna lebih gelap dan coklat dengan tubuh bagian atas bergaris-garis serta berbintik dan tubuh bagian bawah bercoret-coret. Kemudian, irisnya warna kuning, sera jingga, dengan paruh kuning serta kaki yang berwarna hijau. Bambangan merah berkembang biak pada Oktober sampai Juni dan menghasilkan telur sebanyak 2-4 butir ber berbintik coklat.

 

Penyebaran

Daerah penyebarannya berada di kawasan India, CIna, Asia Tenggara, Sulawesi, Sunda Besar dan Nusa Tenggara, sedangkan untuk penyebaran lokalnya, fauna ini merupakan penetap umum di rawa-rawa air tawar  dan sawah di seluruh Sunda Besar.